<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Sejarah Transportasi on Aktivis HAM Dunia</title><link>https://aktivisham.com/tags/sejarah-transportasi/</link><description>Recent content in Sejarah Transportasi on Aktivis HAM Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://aktivisham.com/tags/sejarah-transportasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Jalur Kereta Trans-Siberia: Menghubungkan Kembali Eropa dan Asia di Jalur Sutra Besi</title><link>https://aktivisham.com/posts/2025/10/jalur-kereta-trans-siberia-menghubungkan-kembali-eropa-dan-asia-di-jalur-sutra-besi/</link><pubDate>Thu, 23 Oct 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://aktivisham.com/posts/2025/10/jalur-kereta-trans-siberia-menghubungkan-kembali-eropa-dan-asia-di-jalur-sutra-besi/</guid><description>&lt;p&gt;Bayangkan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, bukan dalam 12 jam dengan kereta atau 1.5 jam di udara, tetapi hanya dalam waktu kurang dari 40 menit. Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan janji dari Hyperloop, sebuah konsep revolusioner yang disebut-sebut sebagai &amp;ldquo;moda transportasi kelima&amp;rdquo; setelah kapal, kereta, kendaraan bermotor, dan pesawat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dipopulerkan kembali oleh Elon Musk dalam sebuah white paper pada tahun 2013, Hyperloop bertujuan untuk mengatasi dua musuh terbesar kecepatan di darat: gesekan dan hambatan udara. Dengan menghilangkan keduanya, sebuah pod dapat melesat di dalam sebuah tabung dengan kecepatan mendekati kecepatan suara. Kini, berbagai perusahaan dan negara di seluruh dunia berlomba untuk menjadi yang pertama mewujudkan mimpi futuristik ini.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>